Minggu, 10 Oktober 2010

PBB sidangkan kenaikan harga pangan


Kabakaran di Rusia
Gelombang panas menyulut kebakaran yang menghancurkan panen di Rusia
Badan pangan PBB akan mengadakan sidang khusus para pembuat kebijakan untuk membahas kenaikan harga pangan belakangan ini.
Pengumuman dikeluarkan setelah Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin memperpanjang larangan ekspor komoditi padi-padian negara itu pada hari Kamis.
Larangan ini telah menambah kekhawatiran bahwa harga bahan pangan dasar akan terus naik.
Pertemuan akan dilangsungkan tanggal 24 September, mungkin di Roma, kata lembaga pangan PBB, FAO.
"Dalam beberapa minggu belakangan, terjadi kenaikan mendadak harga gandum di pasar padi-padian global karena kekhawatiran akan terjadinya kekurangan gandum," kata lembaga tersebut.
"Tujuan penyelenggaraan pertemuan adalah agar negara pengekspor maupun pengimpor terlibat pembicaraan konstruktif mengenai reaksi yang layak terhadap situasi pasar saat ini."

Gelombang panas
Tujuan penyelenggaraan pertemuan adalah agar negara pengekspor maupun pengimpor terlibat pembicaraan konstruktif mengenai reaksi yang layak terhadap situasi pasar saat ini.
FAO

Putin tidak mengatakan kapan tepatnya larangan ekspor padi-padian Rusia, yang semula hanya berlaku antara tanggal 15 Agustus sampai 31 Desember, akan dicabut, namun mengatakan bahwa larangan tidak akan dicabut sebelum panen tahun depan dituai.
Rusia yang merupakan salah satu produsen padi-padian terbesar dunia seperti wheat, barley dan rye, sangat terpukul oleh kekeringan panjang musim panas ini.
Gelombang panas menghancurkan panen di banyak wilayah negara, membuat harga pangan naik.
Hasil panen tahun ini bisa hanya 60 juta ton, namun Rusia memerlukan hampir 80 juta ton untuk konsumsi domestik saja, kata para pengamat.
Produsen besar padi-padian yang lain juga melaporkan kekurangan, sehingga harga gandum naik lebih dari 50 persen sejak awal Juli.

Pasok

Harga padi-padian di pasar komoditi bulan lalu melonjak hampir ke tingkat tertinggi dalam kurun waktu dua tahun ketika para investor menelaah berita yang semakin buruk mengenai panen Rusia.
ni menyoroti masalah besar yang ada: sebuah negara pengekspor yang besar dan sangat berpengaruh di pasar bisa membuat keputusan sepihak seperti ini. Ini menyebabkan kekacauan di pasar.
Abdolreza Abbassian
FAO khawatir atas lajunya lonjakan harga dalam dua bulan terakhir.
Ekonomi FAO, Abdolreza Abbassian, mengatakan langkah terbaru Rusia untuk memperpanjang larangan akan memperpanjang "kerentanan dan kekhawatiran" yang sudah ada di pasar.
Namun badan PBB menegaskan bahwa situasinya sangat berbeda dengan krisis pangan dua tahun lalu.
Harga pangan sekarang lebih rendah, tingkat produksi lebih tinggi dan cadangan pangan sangat banyak pada tahun 2007-2008, ketika kekurangan pangan menyulut kerusuhan di seluruh dunia.
"Bukan berarti kita tidak akan mengalami krisis," kata Abbassian.
"Ini menyoroti masalah besar yang ada: sebuah negara pengekspor yang besar dan sangat berpengaruh di pasar bisa membuat keputusan sepihak seperti ini. Ini menyebabkan kekacauan di pasar."

Dampak pada konsumen

Para pengamat menyiratkan bahwa persaingan sengit bisa mengurangi dampak buruknya pada konsumen karena para pedagang eceran dan produsen akan enggan membebankan kenaikan harga penuh bahan dasar kepada konsumen.
Beberapa perusahaan pangan yang besar juga sudah menandatangani kontrak pasok yang akan datang dengan harga yang lebih rendah dari pada harga di pasar komoditi internasional.
Namun setiap kenaikan harga akan lebih dirasakan di negara-negara berkembang, karena proporsi pangan dalam belanja rumahtangga lebih besar.


http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/09/100903_sidangpanganpbb.shtml

Tidak ada komentar:

Posting Komentar