Tampilkan postingan dengan label 4. price. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4. price. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Oktober 2010

kenaikan harga emas

Berita yang cukup sering menghiasi surat kabar ataupun portal berita akhir-akhir ini adalah kenaikan harga emas. Berita terakhir menyebutkan bahwa harga spot emas sudah mencapai $1,283 per ounce. Ounce sendiri berasal dari bahasa latin uncia, yang berarti seperduabelas. Bukan seperduabelas kg melainkan seperduabelas dari troy pound. 1 troy ounce sama dengan 31.1034768 gram. Jadi, harga satu gram emas kira-kira  374 ribu rupiah. Harga emas sendiri sudah naik sebesar 180% dalam lima tahun terakhir seiring dengan meletusnya krisis global 2008.
Biasanya memang harga emas akan naik saat ada ketidakpastian ekonomi. Emas adalah emas yang tidak akan terdepresiasi nilainya dan seharusnya secara riil harganya tidak naik. Dengan kata lain, emas adalah instrumen yang tahan inflasi. Cukup wajar orang memburu emas saat krisis ekonomi menghadang. Yang mengkhawatirkan adalah apabila ada spekulan yang menunggangi aksi mereka. Aksi spekulan dapat mengakibatkan efek bola salju yang bahkan jauh lebih besar daripada orang-orang biasa yang ketakutan tersebut.

Seperti dikabarkan di portal berita detik, Hedge Fund milik George Soros dan John Paulson juga ikut memburu emas. Berita baru, cerita lama. Satu fenomena yang dimagnifikasi akan menghasilkan efek yang tak terbayangkan. Saya jadi teringat pada cerita Bank of England tahun 1994 ataupun krisis moneter Asia 1997. Gaya yang sama dengan instrumen yang berbeda. Lucunya, Soros menyatakan bahwa harga emas tidak akan bertahan lama di ketinggian dan akan segera merosot. What??? That’s the real speculator master :)
Mengenai emas sendiri, saya sebenarnya heran karena emas tidak memiliki intrinsic value. Apa yang bisa kita manfaatkan dari emas selain memandangi warnanya yang berkilauan itu? Dalam hal ini, emas sama seperti uang kertas yang tidak memiliki intrinsic value. Lalu mengapa emas dihargai sangat tinggi?
Memang benar emas memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan logam lain seperti tidak mudah berkarat. Namun bagi saya hal tersebut belum dapat menjustifikasi bahwa emas secara intrinsik berharga. Jadi, memang benar kenaikan harga emas merupakan refleksi dari ketakutan orang yang mencari instrumen tahan inflasi di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi. Yang perlu kita renungkan adalah bahwa emas itu tahan inflasi karena semua orang bersepakat bahwa emas itu tahan inflasi dan bukan karena emas memang berharga.



http://parahita.wordpress.com/2010/09/28/kenaikan-harga-emas-refleksi-ketakutan-orang/

kenaikan harga beras

ANTUL, Kompas.com - Mundurnya musim tanam akibat kemarau berkepanjangan membuat musim panen raya yang diperkirakan terjadi awal Maret, ikut mundur sekitar tiga minggu. Hal itu membuat kenaikan harga beras saat ini akan berlangsung lama.
Periode Desember-Januari adalah periode paceklik terburuk. Nanti memasuki Februari mulai ada yang panen tapi dalam skala kecil. Makanya masyarakat harus siap menghadapi kenaikan harga beras, karena akan berlangsung lama, kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Edy Suharyanto, Rabu (13/1/10).
Saat ini hanya sekitar 700 hektar lahan padi di Bantul, yang tengah panen. Seluruh hasil panen tersebut, lanjut Edy seharusnya dibeli oleh Bulog untuk digelontorkan dalam operasi pasar. Yang bahaya kalau yang memborong justru tengkulak, karena mereka akan memanfaatkan situasi paceklik ini, katanya.
Suplai beras sepanjang tahun 2009 sebenarnya naik menjadi 115.461 ton dari 107.826 ton. Namun, suplainya menumpuk pada panen raya di bulan Maret. Sekarang stok di tingkat petani sudah mulai menipis. Bahkan sebagian petani sudah mulai membeli beras ke pasar karena stoknya habis, ujarnya.
Selain karena paceklik, kenaikan harga beras juga dipicu naiknya harga pokok pembelian pemerintah (HPP) untuk beras sebesar 10 persen dari 4.600/Kg menjadi Rp 5.060/Kg.
"Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan dengan menggelar operasi pasar. Tiap hari saya butuh beras. Kalau harganya mahal sementara pendapatan saya tidak naik, rasanya sangat memberatkan. Harusnya pemerintah menyediakan beras murah," kata Nuning, warga Dongkelan Bantul.

http://edukasi.kompas.com/read/2010/01/13/1802091/Kenaikan.Harga.Beras.Akan.Berlangsung.Lama

PBB sidangkan kenaikan harga pangan


Kabakaran di Rusia
Gelombang panas menyulut kebakaran yang menghancurkan panen di Rusia
Badan pangan PBB akan mengadakan sidang khusus para pembuat kebijakan untuk membahas kenaikan harga pangan belakangan ini.
Pengumuman dikeluarkan setelah Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin memperpanjang larangan ekspor komoditi padi-padian negara itu pada hari Kamis.
Larangan ini telah menambah kekhawatiran bahwa harga bahan pangan dasar akan terus naik.
Pertemuan akan dilangsungkan tanggal 24 September, mungkin di Roma, kata lembaga pangan PBB, FAO.
"Dalam beberapa minggu belakangan, terjadi kenaikan mendadak harga gandum di pasar padi-padian global karena kekhawatiran akan terjadinya kekurangan gandum," kata lembaga tersebut.
"Tujuan penyelenggaraan pertemuan adalah agar negara pengekspor maupun pengimpor terlibat pembicaraan konstruktif mengenai reaksi yang layak terhadap situasi pasar saat ini."

Gelombang panas
Tujuan penyelenggaraan pertemuan adalah agar negara pengekspor maupun pengimpor terlibat pembicaraan konstruktif mengenai reaksi yang layak terhadap situasi pasar saat ini.
FAO

Putin tidak mengatakan kapan tepatnya larangan ekspor padi-padian Rusia, yang semula hanya berlaku antara tanggal 15 Agustus sampai 31 Desember, akan dicabut, namun mengatakan bahwa larangan tidak akan dicabut sebelum panen tahun depan dituai.
Rusia yang merupakan salah satu produsen padi-padian terbesar dunia seperti wheat, barley dan rye, sangat terpukul oleh kekeringan panjang musim panas ini.
Gelombang panas menghancurkan panen di banyak wilayah negara, membuat harga pangan naik.
Hasil panen tahun ini bisa hanya 60 juta ton, namun Rusia memerlukan hampir 80 juta ton untuk konsumsi domestik saja, kata para pengamat.
Produsen besar padi-padian yang lain juga melaporkan kekurangan, sehingga harga gandum naik lebih dari 50 persen sejak awal Juli.

Pasok

Harga padi-padian di pasar komoditi bulan lalu melonjak hampir ke tingkat tertinggi dalam kurun waktu dua tahun ketika para investor menelaah berita yang semakin buruk mengenai panen Rusia.
ni menyoroti masalah besar yang ada: sebuah negara pengekspor yang besar dan sangat berpengaruh di pasar bisa membuat keputusan sepihak seperti ini. Ini menyebabkan kekacauan di pasar.
Abdolreza Abbassian
FAO khawatir atas lajunya lonjakan harga dalam dua bulan terakhir.
Ekonomi FAO, Abdolreza Abbassian, mengatakan langkah terbaru Rusia untuk memperpanjang larangan akan memperpanjang "kerentanan dan kekhawatiran" yang sudah ada di pasar.
Namun badan PBB menegaskan bahwa situasinya sangat berbeda dengan krisis pangan dua tahun lalu.
Harga pangan sekarang lebih rendah, tingkat produksi lebih tinggi dan cadangan pangan sangat banyak pada tahun 2007-2008, ketika kekurangan pangan menyulut kerusuhan di seluruh dunia.
"Bukan berarti kita tidak akan mengalami krisis," kata Abbassian.
"Ini menyoroti masalah besar yang ada: sebuah negara pengekspor yang besar dan sangat berpengaruh di pasar bisa membuat keputusan sepihak seperti ini. Ini menyebabkan kekacauan di pasar."

Dampak pada konsumen

Para pengamat menyiratkan bahwa persaingan sengit bisa mengurangi dampak buruknya pada konsumen karena para pedagang eceran dan produsen akan enggan membebankan kenaikan harga penuh bahan dasar kepada konsumen.
Beberapa perusahaan pangan yang besar juga sudah menandatangani kontrak pasok yang akan datang dengan harga yang lebih rendah dari pada harga di pasar komoditi internasional.
Namun setiap kenaikan harga akan lebih dirasakan di negara-negara berkembang, karena proporsi pangan dalam belanja rumahtangga lebih besar.


http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/09/100903_sidangpanganpbb.shtml

Harga BBM Naik

Mulai besok, Rabu 21 April 2010, akan terjadi kenaikan harga jual BBM di UAE. Suatu kebijakan yang sangat tidak populer dan cukup aneh ditengah kondisi saat ini. Pun juga baru pertama kali saya alami setelah 4 tahun tinggal di negri ini.
Akan terjadi kenaikan harga jual sebesar Aed 0.15/liter atau 15fils/liter untuk setiap jenis BBM premium (gasoline) yang dijual saat ini. Harga jual jenis paling rendah (unleaded) E-plus (octane 88/90) akan dijual menjadi Aed 1.42/l, Special (octane 95) Aed 1.52/l dan Super (octane 98) Aed 1.63/l (Aed 1 berkisar Rp 2550).
Suatu hal yang cukup aneh dan membuat semua orang heran, apa alasan pemerintah UAE menaikkan harga jual BBM? Menurut pemberitaan di koran-koran, hal ini dilakukan pemerintah setempat untuk menyesuaikan harga jual BBM dengan harga jual dipasar international.  Namun demikian, kebijakan menaikkan harga jual BBM ini bisa dikatakan sangat jarang terjadi. Entah kenapa, harga jual BBM di UAE yang sudah lebih tinggi dibanding negara-negara tetangganya yang juga termasuk produsen besar minyak mentah (seperti Oman, Saudi dan Qatar) tetap dinaikkan.
Walaupun masih tergolong lebih murah dibanding harga international, namun disinyalir pemerintah UAE secara bertahap akan menghapuskan subsidi harga jual BBM yang selama ini terjadi. Namun yang bikin heran, kenapa disaat harga jual crude oil (minyak mentah) berkisar di USD 80/barrel baru dilakukan hal ini, sedangkan pada saat harga jual berkisar USD 140/barrel, subsidi tetap dipertahankan.
Banyak spekulasi yang mengatakan kenaikan ini terjadi karena pemerintah UAE hendak mengurangi subsidi yang lebih banyak dinikmati oleh para pendatang, dibandingkan warga negaranya sendiri. Masuk akal jika kita melihat jumlah populasi penduduk yang tinggal di negara ini berkisar 8-9 juta jiwa, yang merupakan citizen (warga negara) UAE hanya berkisar 1.5-2 juta saja, selebihnya adalah pendatang seperti saya.
Ada juga yang mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menekan laju peningkatan populasi kendaraan bermotor di negri ini, terutama di kota-2 besar seperti Abu Dhabi dan Dubai, yang sudah mulai menunjukkan kemacetan yang cukup parah. Dengan menaikkan harga jual BBM, setidaknya dapat mengurangi niat para penduduk untuk memiliki kendaraan bermotor yang harganya relatif lebih murah. Namun jika diperhatikan, yang terkena dampak dari hal ini relatif pada penduduk golongan menengah kebawah yang memiliki kendaraan dengan volume mesin yang relatif kecil (kurang dari 2000cc atau 2 liter engine), sedangkan yang memiliki kendaraan dengan volume mesin relatif besar rasanya tidak akan terpengaruhin, karena mereka ini biasanya golongan ekonomi menengah keatas dan umumnya adalah para warga negara setempat. Jadi bila dilihat perbandingan jumlah kendaraan bermesin kecil dibanding dengan kendaraan bermesin besar, rasanya kebijakan ini kurang tepat. Bisa saya katakan ratio perbandingan kedua jenis kendaraan itu adalah 1:1. Lihat saja di jalan raya, kendaraan yang digunakan menjadi taxi minimal Nissan Tiida 2.0l, umumnya Toyota Camry ataupun Nissan Altima, yang notabene keduanya memiliki volume engine berkisar 2.4-2.5L. Itu baru kendaraan umum, belum lagi kendaraan pribadi, Mercedes E-class, Honda Accord, Audi A6, dsb adalah pemandangan wajar. Malah Suzuki Swift, Toyota Corolla, Chevrolet Aveo dan Honda Jazz akan sulit ditemui sekali pandang.
Ada lagi spekulasi iseng yang mengatakan, kenaikan dilakukan sehubungan pendapatan negara yang berkurang. Karena kebijakan pemerintahnya yang mengurangi jumlah produksi minyak mentah ditambah harga jual minyak yang cuma USD 80/barrel, membuat pendapatan negara banyak berkurang dibanding beberapa tahun terakhir. Sedangkan para Sheikh yang punya negara nggak mau jatah pendapatannya berkurang, juga harus banyak nalangin utangnya Dubai. Jadi salah satu cara menaikkan pendapatan/devisa negara adalah menghilangkan subsidi BBM.
Waduh, sudah telat nih.. saya harus buru-buru ke fuel station buat top-up tanki mobil.. Lumayan hemat beberapa dirham sebelum besok harga baru… Hahahah, sampai besok..





http://umum.kompasiana.com/2010/04/20/harga-bbm-naik/

Harga Cabai Turun, Daging Sapi Naik

SERANG (Pos Kota) – Harga cabai mengalami penurunan di sejulah pasar tradisional di Kota Serang. Di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, rata-rata harga cabai turun hingga 10 persen.
Bahkan, menurut Ajat, 25, pendagang kebutuhan dapur di Pasar PIR, harga cabai rawit merah turun pesat. “Dari harga Rp 45 ribu turun jadi Rp 38 ribu, kemudian turun lagi hingga Rp 15 ribu sekarang ini,” ungkap Ajat, Kamis (19/8).
Tak hanya cabai rawit merah yang mengalami penurunan, cabai merah keriting, lanjut kata Ajat, saat ini perkilonya Rp 22 ribu, dimana pada pekan lalu harganya sempat melambung hingga mencapai Rp 50 ribu/kilo. Kemudian harga cabai rawit hijau pun ikut turun menjadi Rp 15 ribu/kilo.
Yuli, 28, yang juga penjual cabai di Pasar PIR membenarkan penurunan tersebut “Cabe rawit ijo kemarin harganya Rp 22 ribu, hari ini jadi Rp 15 ribu perkilo,” katanya.
Meskipun harga cabai mengalami penurunan, namun Ajat dan Yuli tetap mengeluhkan sepinya pembeli. “Pembeli tetep aja sepi. Kemarin sih cuma laku 5 hingga 10 kilo,” kata Yuli.
Kabid Perdagangan Disperindagkop Kota Serang, Agus Prayogo membenarkan, jika beberapa harga kebutuhan pokok sudah mengalami penurunan salah satunya cabai. Sedangkan yang mengalami kenaikan dan saat ini masih tinggi harganya adalah daging ayam dan sapi atau kerbau.
“Harga normal daging ayam Rp 23 ribu, tapi saat ini masih Rp 27 ribu. Untuk harga daging sapi dan kerbau masih belum turun yaitu Rp 65 ribu dari sebelumnya Rp 60 ribu,” terang Agus




http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/08/19/harga-cabai-turun-daging-sapi-naik